Selasa, 02 September 2014

#jamborePS Apalah Artinya Revolusi Mental Bila Kurang Gizi

HANIBAL HAMIDI

“Membangun kembali Karakter Bangsa Nusantara Yang Agung dan Hebat oleh seluruh komponen bangsa yang dipimpin oleh Pemerintahan NKRI saat ini “dalam waktu yang sesingkat- singkatnya” melalui “Revolusi Mental” membutuhkan dukungan jaminan Kesehatan yang paling optimal bagi “Seluruh Janin, Bayi dan Balita” (Kebutuhan Perkembangan awal Mental dalam Fase Oral dan Fase anal serta Kebutuhan Perkembangan Sel Otak) yang ada saat ini dan di masa mendatang. – perdesaansehat.com

Hanibal Hamidi, Merdesa Institute

Apalah Artinya Revolusi Mental Bila Kurang Gizi

Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi
RMOL. Revolusi mental Jokowi juga harus diwujudkan dalam revolusi kesehatan. Sebab revolusi mental tidak akan mengubah apapun jika
bahan dasar atau gizi untuk menopang terwujudnya revolusi itu tidak diselesaikan dengan baik. “Gagasan tentang menyambungkan revolusi  dental dengan revolusi kesehatan ini jelas dalam kerangka berpikir dan berkaitan secara langsung,” ujar Asisten Deputi Kementerian Perumahan Daerah Tertinggal, Hanibal Hamidi, saat diskusi bertajuk “Revolusi Kesehatan menuju Revolusi Mental untuk Indonesia Baru,” di Jakarta (Senin, 1/9)

Hanibal mencontohkan, Amerika dengan anggaran yang ada menempatkan tiga kegiatan utama yakni pengadaan barang yang baik dengan e-goverment, pembangunan nasional dengan berbasis bagaimana merawat  tumbuhan dan ketersediaan air, dan terakhir adalah gizi. Selain itu, tentu Revolusi Mental juga harus memperhatikan ketahanan pangan.

“Revolusi Mental harus dimulai dari Revolusi Kesehatan yang terjaga untuk Indonesia sehat.

Tetapi bukan hanya pengobatan saat sakit, namun juga menjaga kesehatan, ketahanan pangan, dan anggarannya dihitung ulang. Itu harapan kami ke pemerintahan baru,” jelasnya.

Tak cuma itu, Hanibal melanjutkan, dalam mewujudkan Revolusi Mental,
harus bisa memastikan seluruh Undang-undang yang terkait menjadi satu kesatuan. Seperti UU SJSN, UU BPJS, UU 52 tentang Manajemen Kependudukan dan Keluarga Berencana serta UU  lainnya. [ysa]

Hanibal Hamidi KPDT Perdesaan Sehat #jamborePS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar